Tips buat para Jombloers…(99%Usaha, 1%Mikir) part II.2

Mei 8, 2008

Sebelum kita masuk ke materi ada baiknya gw memberi balasan tentang tulisan gw akibat dari komentar-komentar yang masuk. Balesannya cuma ucapan terima kasih sebelumnya buat temen-temen yang mengaplikasikannya walau berkesan agak ga serius nulisnya tapi serius kok. Buat ceweku, maap banget niy ga ada tips tuh buat cewe, gile aje harus jadi banci, hehe…

Now, kita masuk materi… Semangat bro!!!

Dalam part II.2 ini gw pengen memfokuskan pada tahap perkenalan…beeuuuh…berat…

Setelah di tahap sebelumnya kita memainkan mata kita, sekarang tahap yang sulit (menurut penulis) adalah perkenalan. Mengutip omongan temen, cowok yang berkenalan dengan cewek (dalam hal ini bukan temen, sodara, dll tapi bener2x kenalan baru) secara tidak langsung cowok tersebut menaruh rasa suka sama cewek itu, maka berhati-hatilah!

Proses berkenalan dengan target sebenernya bisa suatu kebetulan atau bisa pula dengan strategi tertentu. Yang pasti, apabila cowok bener2x malu kenalan langsung, via temen bakal lebih baik. Proses berkenalan secara tidak langsung biasanya terjadi karena takdir, masalah ini ga ada strategi2xnya. Untuk yang butuh strategi, seorang cowok dituntut untuk mengatur “pola permainan”, bisa pura-pura nyenggol tuh cewek dan katakan “maap” kemudian berkenalan, bisa pura-pura nolongin dengan berbagai alasan menolong, yang pasti perlu “timing” yang tepat. “Timing” bisa didapat apabila kita mampu untuk mengintai tuh cewek. Cari tahu tempat nongkrongnya, cari tahu kesibukannya, yang paling penting…cari tahu no teleponnya. Klo ga dikasih jangan maksa. Cari no telepon bisa langsung dari si target atau dari teman2xnya atau dari info lain yang mudah dijangkau.

Nah sekarang kita asumsikan hal-hal di atas sudah terpenuhi, sekarang bagaimana ketika sedang berkenalan? Caranya…jangan memperlihatkan sikap gugup baik dari sikap maupun omongan…be cool aja…ngomong seperlunya sehingga tuh cewek menyimpan rasa penasaran. Hati-hati keringet di tangan, lap dulu lah…sebelum salaman, hehe… Oh ya, jangan lupa senyum (jangan berlebihan!) dan badan tegak (biasanya klo agak2x bungkuk gitu kesannya kagak macho).

Setelah kenalan dan punya no teleponnya, jangan lupa untuk sesegera mungkin menelepon tuh cewek alesannya :

  1. biar tuh cewek masih menyimpan memori tentang kita (kita?lo aja kali gw ngga…)
  2. kalo hubunginnya udah kelamaan bisa-bisa kelupaan dan jadi kurang gereget gitu loh
  3. memberikan image keseriusan kita

Klo udah coba nelepon, kasih tau ma tuh cewek klo kita adalah yang tadi ketemu ato yang minta no telepon tadi…(basa-basilah).

Ketika nelepon awal, jangan membicarakan yang aneh2x dulu dan panjang2x dulu, cukup dengan say hai dan memperkenalkan diri dan menanyakan kabar dan lagi sibuk apa. Ini sudah paling maksimal dari obrolan. Baru kalau nelepon selanjutnya boleh deh nanya2x.

Gitu dulu deh ya…ntar kita bahas teknik obrolan dan teknik penembakan.


Tips buat para Jombloers…(99%Usaha, 1%Mikir) part II.1

April 24, 2008

Part II.1 bagi sebuah “misi” menuntut keseriusan tahap awal tapi santai juga lah. Part II.1 ini merupakan bagian dari tahap ketika yang memerlukan 99% usaha and 1% mikir, kenapa gw bilang tahap ini butuh banyak usaha? Jawabannya karena cowo biasanya kedul alias malas. Saran gw sih, seorang misionaris harus mampu kreatif dan terus berjuang hingga titik darah penghabisan (bayangin aja darahnya ampe titik!).

Dalam tahap ketika ini, seorang jombloers cowo dituntut untuk :

  1. Kreatif
  2. Dinamis
  3. Tebal muka
  4. Use your eyes!!!

Kita mulai…

Cara ketika kita ingin mendapat simpati gebetan setelah tahap pertama sudah kita persiapkan adalah use our eyes, why???? Mata merupakan jendela hati, ada engselnya juga, hehe… Maksud gw, selain mata merupakan jendela hati, mata pun memiliki kemampuan transformasi energi, dari energi kalori makanan kita menjadi energi listrik. Semakin besar daya yang kita hantarkan, makin kesetrum tuh cewe. Tapi perlu diingat kalau listrik yang kita punya tidak harus dengan makan banyak tapi harus dengan latihan. Usahakan minimal sehari sekali pandangi cewek, siapapun itu. Nanti juga terlatih. Dalam menggunakan mata pun ada batasnya, jangan dikeluarkan energi kita terus tapi cari momen ketika kita ingin melakukan eye contact dengan target kita. Pergunakan sudut sempit ketika melakukan sengatan karena semakin sudut kita sempit, maka semakin fokus target kita. Sesekali sengat tetapi ketika si target melihat, ya kita pura-pura liat kemana gt. Ato kadang-kadang saling liat agak lama. Kreatif-kreatif lo aja… karena disinilah tahap kreatif mulai dipergunakan. Semakin sering kita bertemu dengan target kita, semakin banyak kemungkinan buat kita melakukan kontak mata. Jadi, usahakan untuk mencari tahu info atau data-data dimana target kita sering berada.

Apa indikasinya klo si target merespon? Tanda-tandanya adalah mata si target akan berakomodasi maksimum. Biasanya auranya pun berkata beda. Tetapi perlu diingat, jangan senang dulu…karena cewe biasanya menipu.

Apakah faktor bentuk mata berpengaruh? Jawabannya ngga karena emang ga ada pengaruhnya. Yang penting adalah mata kita dan sikap kita ketika menyengat harus berkesan cool and tebel muka. Ga usah ngerasa minder soalnya minder bakal mengurangi daya juang kita plus mengurangi sengatan kita.

Segitu dulu deh untuk part II.1. Kita cicil biar ada waktu buat latihan. Practice makes perfect.


Tips buat para Jombloers…(99%Usaha, 1%Mikir)

April 21, 2008

Sesuai request teman-teman yang menginginkan tulisan yang ga berat, gw coba memberikan sesuatu yang berbeda dengan tulisan ini. Tulisan ini gw buat berdasarkan pengalaman plus percobaan plus lagi bagi2x ilmu untuk para jombloers mengingat gw sering banget melihat masalah sosial yang satu ini di sekitar gw.

Adakalanya sesek bgt klo ditolak cewe, diacuhkan ampe didiemin cewe…

Untuk para cowo yang jomblo dan merasakan feel di atas, coba tips dari gw, gw sebut sebuah “misi”, hehe…semoga bermanfaat…

Ada tiga tahap ketika seorang cowo melakukan sebuah “misi”…

Pertama : masa persiapan

Kedua : masa ketika

Ketiga : masa setelah

Pada tahap pertama yaitu masa persiapan, seorang cowo harus mampu mengasah mentalnya secara tajam dengan meningkatkan rasa percaya dirinya. Jangan lupa untuk sering-sering mandi, kayaknya gw ga perlu ngasih tau kenapa cowo harus mandi. Udah itu jangan lupa sering-sering baca buku-buku puisi n buku-buku joke karena kebanyakan cewe suka banget digombalin apalagi dibikin ketawa. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan penampilan lo. Penampilan sih relatif asal be yourself tapi ga kampung n culun aja…

Gw rasa tahap pertama masa persiapan cukup segitulah, simple kan? Klo mau tahap kedua, tunggu tulisan berikutnya…


Mengenal, Memahami, Mempelajari, dan Mencari Kebenaran

April 15, 2008

“Tak kenal maka tak sayang”, kalimat atau ungkapan yang sering kita dengar bahkan diucapakan. Ungkapan tersebut memiliki makna yang cukup dalam yang menggambarkan bahwa rasa sayang akan mampu terwujud apabila hal pertama yang kita lakukan adalah mengenal. Karena manusia adalah makhluk pembelajar, tanpa disadari manusia sering melakukan proses mengenal di dalamnya. Seperti halnya bayi yang sedikit demi sedikit mengenal siapa ayah ibunya, kemudian ketika beranjak remaja mulai mengenal lingkungannya.

Menurut kamus bahasa Indonesia, definisi kata kenal adalah tahu akan rupa, sifat atau hati seorang atau sesuatu. Berangkat dari definisi tersebut, maka orang yang melakukan proses mengenal, orang tersebut sedang melakukan proses untuk mencari tahu sifat atau rupa dari apa yang ingin dia kenal. Sederhananya kita ambil contoh seorang koki. Bagaimana bisa seorang koki dapat memasak masakan yang enak tanpa mengetahui alat yang dia pakai dan bahan yang digunakan? Tentu saja koki tersebut harus melalui proses mengenal alat yang dia pakai untuk memasak dan bahan yang akan digunakan.

Dengan mengenal maka kita akan mampu untuk memahami. Dengan memahami kita mampu untuk belajar. Sedikit kita mengenal, maka sedikit juga yang kita pahami dan pelajari. Semakin banyak kita mengenal, maka semakin banyak juga yang kita pahami dan pelajari.

Dengan proses mengenal berarti secara tidak langsung kita dituntut untuk mencari suatu kebenaran. Untuk mengenal kebenaran, Ali bin Abi Thalib r.a. berkata :

“Janganlah kamu mengenal dan mengikuti kebenaran karena tokohnya, tetapi kenalilah kebenaran itu sendiri, niscaya kamu akan mengetahui siapa tokohnya.”

Menemukan kebenaran dari hasil pemikiran sendiri jauh lebih baik daripada menerima suatu kebenaran dari orang lain. Pepatah Barat mengatakan :

“I hear I forget, I see I know, I do I understand”

Tidak semua hal dapat dijangkau oleh pikiran manusia, khususnya menyangkut diri, masa depan, serta banyak hal menyangkut hakikat manusia, salah satunya seperti :

“Mereka bertanya tentang ruh, katakanlah bahwa ruh adalah urusan Tuhanmu, dan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit.” [Al-Israa’ (17) : 85]

Pentingnya mengenal dirasakan penulis dalam tulisan Sun Tzu (karyanya merupakan karya klasik militer tertua di Cina) :

“Siapa yang memiliki pengetahuan mendalam tentang diri sendiri dan diri musuhnya, akhirnya akan memenangkan semua pertempuran. Siapa yang mengenal diri sendiri tetapi tidak mengenal musuhnya, hanya mempunyai peluang sama besar untuk menang. Tetapi siapa yang tidak mengenal diri sendiri maupun musuhnya, akan kalah di semua medan pertempuran.”

Proses mengenal merupakan hal sederhana yang sering kita lupakan. Proses ini dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun tetapi proses mengenal yang paling utama adalah mengenal diri dan pencipta kita.

Bandung, 14 April 2008

Referensi :

Hou, Wee Chow, Lee Khai Sheang, Bambang Walujo Hidayat, “Sun Tzu Perang dan Manajemen”, Wesley Publisher, 1994

Alibasyah, Permadi, “Bahan Renungan Kalbu”, Yayasan Mutiara Tauhid Jakarta, 2005


Belajar Menjadi Manusia Indonesia yang Berpikir Kritis dan Kreatif

Maret 17, 2008

Bangsa Indonesia kini tengah terpuruk dalam berbagai segi, yaitu segi ekonomi, politik, keamanan, dll. Keterpurukan ini merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia ke depan apalagi dalam menghadapi arena globalisasi yang makin kompleks. Kita tidak dapat menyalahkan pemerintah atau mengkambinghitamkan seseorang ataupun suatu kelompok, justru kita harus lebih menilai diri kita, sejauh mana kontribusi kita terhadap bangsa ini. Bila kita berkaca pada sejarah, para pahlawan rela berkorban jiwa dan raganya demi bangsa ini merdeka, maka patut kita renungkan keberadaan kita sekarang yang hidup di situasi berbeda yang bukan lagi bentuknya peperangan fisik namun yang harus kita hadapi adalah peperangan dengan pemikiran kita untuk kemajuan negeri ini. Memajukan bangsa merupakan visi kita kini dan ke depannya. Tanpa satu visi, mustahil bangsa ini akan mengalami perubahan.

Allah SWT memberi kita berbagai macam anugrah yang salah satunya adalah otak. Secara umum, kita mengetahui kalau fungsi otak adalah untuk berpikir dan merencanakan apa yang terekam oleh panca indra kita. Sangatlah disayangkan sekali kalau otak yang kita punya ini tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Mungkin kita harus memperhatikan pertanyaan-pertanyaan yang dipaparkan oleh fakta-fakta ilmiah yang diungkapkan oleh almarhum Profesor Isaac Asimov dalam The Brain :

  • Mengapa kita tidak menjadi pembelajar yang lebih baik padahal kita memiliki 200 miliar sel otak? (Ini sama banyaknya dengan jumlah bintang di sejumlah galaksi).
  • Mengapa kita tidak bisa lebih baik dalam mengingat sesuatu hal padahal otak kita mampu menyimpan sekitar 100 miliar bit informasi? (Ini ekuivalen dengan 500 ensiklopedia).
  • Mengapa kita tidak bisa menjadi pemikir yang lebih cepat padahal pikiran kita mengalir dengan kecepatan lebih dari 540 km per jam? (Ini lebih cepat daripada kereta api tercepat yang ada).
  • Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami sesuatu hal padahal otak kita mempunyai lebih dari 100 triliun kemungkinan koneksi/sambungan? (Ini akan menjadi komputer yang paling canggih).
  • Mengapa kita tidak lebih kreatif padahal kita rata-rata melakukan 4000 pemikiran setiap 24 jam. (Itu berarti 40 dolar sehari, apabila satu sen per pikiran).

Bangsa Indonesia khususnya sumber daya manusianya harus mampu memanfaatkan potensi yang Allah SWT berikan ini. Otak yang kita punya haruslah kita gunakan juga untuk berpikir bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu manusia-manusia Indonesia harus mampu berpikir kritis dan kreatif. Tentu saja dalam batas-batas yang positif dan tidak mengedepankan konflik walaupun cara berpikir setiap orang berbeda, tetapi itu bukanlah halangan melainkan proses untuk menciptakan pemikiran yang lebih baik.

Pengertian kreativitas dalam kamus adalah mewujudkan atau menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Kriteria yang utama dalam kreativitas adalah produk. Seseorang dapat dikatakan kreatif apabila secara konsisten dan terus-menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif, yaitu hasil yang asli/orsinal dan sesuai dengan keperluan.

R.J. Marzono (1988) mengatakan bahwa untuk menjadi kreatif, seseorang harus :

  • Bekerja di ujung kompetensi, bukan di tengahnya.

Kita melakukan pekerjaan dengan kompetensi tinggi tetapi kita belum menguasainya, keadaan ini akan menantang kita untuk menyelesaikan suatu permasalahan meskipun kita belum memiliki kompetensi dalam bidang itu. Situasi ini akan mendorong untuk berpikir kreatif.

  • Tinjau ulang ide.

Usaha untuk meninjau ulang dan memikirkan ide ini bisa membuahkan ide yang lebih baik untuk dikembangkan.

  • Melakukan sesuatu karena dorongan internal dan bukan karena dorongan eksternal.
  • Pola pikir divergen (menyebar).

Artinya memikirkan satu hal dari aspek yang berbeda atau memberikan jawaban sebanyak mungkin untuk satu pertanyaan.

  • Pola pikir lateral (imajinatif).

Artinya mengembangkan kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Sedangkan berpikir kritis itu sendiri menurut R.H. Ennis (1991) adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan.

Cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ian Wright dan C.L. Bar (1987), L.M. Sartorelli (1989) dan R. Swartz dan S. Parks (1992) adalah sebagai berikut :

1. Membaca dengan kritis.

Untuk berpikir secara kritis, seseorang harus membaca dengan kritis pula. Adapun cara membaca secara kritis adalah :

  • Baca sekilas secara keseluruhan dari bahan bacaan.
  • Hubungkan teks dengan konteksnya.
  • Buat pertanyaan tentang kandungan teks.
  • Reflesikan kandungan teks dengan pendapat Anda sendiri.
  • Buat ringkasan dengan kata-kata sendiri.
  • Evaluasi teks dari segi logika, kredibilitas, dan reliabilitas.
  • Bandingkan persamaan dan perbedaan dengan teks lain.

2. Meningkatkan daya analitis.


Caranya dengan membuat diskusi kelompok dan dengan diskusi itu cari permasalahan dan solusi dari permasalahan tersebut.

3.Mengembangkan kemampuan observasi (mengamati).

Untuk meningkatkan kemampuan mengamati, seseorang harus :

  • Peka/tanggap terhadap lingkungan.
  • Melatih diri sendiri untuk mengoptimalkan pemakaian indra.
  • Bisa langsung mengungkapkan secara verbal komentar yang ada di dalam pikiran.

4. Meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan bertanya dan refleksi.

Meningkatkan rasa ingin tahu didapat dengan cara banyak bertanya, pertanyaan yang diajukan hendaklah dengan jawaban yang bukan sesuatu hal yang pasti.

5. Metakognisi.

Metakognisi berarti memahami cara berpikir sendiri. Metakognisi dapat berupa :

  • Merencanakan cara berpikir.
  • Menyadari dan mengawasi cara berpikir.
  • Menamai proses berpikir yang khusus.
  • Menjelaskan tahap-tahap berpikir untuk setiap proses khusus yang dilalui.
  • Mengevaluasi tahap berpikir untuk menuju efisiensi.

6. Mengamati “model” dalam berpikir kritis.

Orang yang dianggap sebagai ‘model’ atau contoh dalam berpikir kritis, menunjukkan sifat-sifat tertentu :

  • Mampu menjelaskan alasan tindakan mereka dengan jelas sehingga dapat dipahami oleh orang yang mengamatinya.
  • Bertanggung jawab atas tindakan mereka, mengakui kekurangan, kegelisahan dan kesuksesan yang dialami.
  • Mengakui dilema dan kerancuan atau ketidakjelasan yang mereka hadapi.
  • Tidak mengubah tingkah laku atau respon mereka terhadap situasi yang kurang beralasan atau tidak rasional.

7. Diskusi yang ‘kaya’.

Kesempatan untuk diskusi yang ‘kaya’ didapat melalui :

  • Forum perdebatan atas isu-isu yang kontroversial.
  • Menghadiri pertemuan-pertemuan di masyarakat tempat pandangan dan pendapat yang berbeda-beda diungkapkan.
  • Menulis surat pembaca atau artikel ke surat kabar untuk menyampaikan pendapat atas isu yang sedang hangat dibicarakan.
  • Menganalisis artikel dari surat kabar atau bahan-bahan lainnya untuk mencari kekurangan dan kelamahan dalam penulisan.
  • Membaca literatur yang menggambarkan nilai-nilai dan tradsi yang berbeda-beda.

Tulisan di atas akan sangat bermanfaat jika dilakukan dengan tindakan yang nyata. Tulisan di atas hanya satu dari banyak alat yang mudah-mudahan menyegarkan pemikiran, memotivasi, dan belajar bagi diri terutama penulis, dalam usaha membangun dan mencerdasakan kehidupan bangsa ini bersama, serta mensyukuri apa yang Allah SWT berikan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mau belajar.

Bandung, 8 Maret 2008

Helmi Indrajaya

Referensi :

Hassoubah, Z. I., “Developing Creative and Critical Thinking Skills”, Penerbit Nuansa, Bandung, 2004

Stine, J. M., “Double Your Brain Power”, Prentice Hall Direct, 1997


Hello world!

Maret 5, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!